PANDEMI COVID-19 DAN GELIAT TAHFIDZ TAHSIN AL QUR’AN DI MTsN 1 BANDAR LAMPUNG

Masa pandemi covid 19 yang sudah hampir satu tahun ini menerpa negeri kita, kondisi ini sangat berpengaruh terhadap dunia Pendidikan kita. Proses pembelajaran yang biasanya dilaksanakan dengan tatap muka, berubah dengan pembelajaran daring. Proses pembelajaran daring tentu tidak seideal proses pembelajaran tatap muka, terutama proses pembelajaran yang membutuhkan bimbingan langsung dari guru secara intensif seperti Tahfidz dan Tahsin al-Qur’an. Namun hal ini tidak boleh menyurutkan semangat untuk tetap memunculkan para hafidz dan hafidzah.

Belakangan ini MTsN 1 memberikan penghargaan ungkapan selamat dari kepala madrasah H. Lukman Hakim, S.Pd, MM, dalam bentuk poster, ditujukan untuk siswa kelas 7 (tujuh)  MTsN 1 Bandar Lampung yang sudah menyelesaikan hafalan juz 30. Penghargaan ini tentunya harus terus dimunculkan sebagai bentuk dukungan madrasah bagi para siswa yang tetap semangat menyetorkan hafalan mereka kepada guru tahfidz di masa pandemi ini. Hal serupa juga perlu diberikan kepada siswa kelas 8 dan 9 yang sudah menyetorkan hafalan mereka lebih dari satu juz. Untuk merealisasikan hal ini tentu membutuhkan pengawasan dan pantauan langsung dari para guru tahfidz.

Yang tidak kalah pentingnya juga adalah pengamatan secara intensif -terutama bagi para siswa kelas 7 dalam proses tahfizd- adalah tahsin dalam bacaan al-Qur’an, tentunya berawal dari penyebutan huruf yang benar sesuai dengan makharijul huruf,[1] panjang dan pendeknya bacaan, waqaf dan washal, dan masih banyak lagi hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran tahfidz ini. Siswa kelas 8 dan 9 juga tidak menutup kemungkinan masih membutuhkan bimbingan tersebut.

Pengamatan tersebut tentu banyak menuntut proses pembelajaran secara virtual. Sulit dibayangkan penyebutan huruf yang benar, pembacaan ayat suci al-Qur’an dengan tajwid yang benar, muraja’ah dan setoran hafalan al-Qur’an, tanpa proses pembelajaran secara virtual. Dapat kita akui bahwa pada masa pandemi ini, siswa memiliki cukup waktu untuk menghafal al-Qur’an di rumah, namun hafalan al-Qur’an tanpa disertai bimbingan guru secara langsung, dapat berpengaruh terhadap siswa yang hafal surat-surat dalam al-Qur’an tetapi tidak benar dalam makharijul huruf dan tajwidnya.

Proses pembelajaran secara virtual tentu membutuhkan kuota internet yang tidak sedikit, untuk para guru, madrasah sudah menyediakan jaringan internet di Madrasah 24 jam yang dapat dimanfaatkan untuk proses pembelajaran secara virtual. Untuk para siswa, tentu kita mengharapkan dukungan dari para wali siswa untuk memfasilitasi buah hatinya dalam proses pembelajaran daring terutama yang dilaksanakan secara virtual seperti tahfidz dan tahsin al-Qur’an. Sinergisitas seperti ini sangat dibutuhkan untuk tetap mencetak para hafidz dan hafidzah di madrasah. Semoga semangat kita dalam memfasilitasi anak didik kita dalam proses pembelajaran secara daring terutama virtual, dicatat oleh Allah sebagai amal ibadah kita di akhirat kelak. Amin.


[1] Untuk penyebutan huruf hijaiyah dengan baik dan benar, serta pengenalan huruf hijaiyah secara mendalam dapat mengunjungi channel Amal Islami di link https://youtu.be/BView3UVseQ