SUKA DUKA PEMBELAJARAN DARING

Untuk mencegah penularan Coronavirus Disease (Covid -19) , MTsN 1 Bandar Lampung melakukan pembelajaran secara daring (online) atau luring dengan sebutan belajar dirumah, sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk pembelajaran yang dilakukan dirumah.
Bagi saya sebagai guru di MTsN 1 Bandar Lampung dan sekaligus sebagai orang tua ini adalah pengalaman yang baru yang sudah kita jalani 1 tahun ini. Bapak/ ibu guru di MTsN 1 Bandar Lampung membuat berbagai strategi pembelajaran dalam menunjang pembelajaran daring ini. Motivasi selalu diberikan oleh Kepala Madrasah MTsn 1 Bandar Lampung H. Lukman Hakim, S.Pd. MM, kepada bapak/ibu guru untuk terus semangat dan berinovasi ditengah situasi saat ini.

Dalam pembelajaran online ini tentunya ada saja kendalanya, seperti orang tua yang mengeluh repot belajar drumah, belum setelah selesai tugas harus di Foto dikirim ke gurunya pada batas waktu tertentu, alasan lagi terbentur dengan Tidak punya HP, tidak ada kouta, susah sinyal dan lain-lain. Tentu ini adalah permasalahan yang kita temui.
Masih beruntung jika anak hanya satu saja, tetapi kalau sudah lebih dari satu ada yang 3 bahkan lebih, maka itu tentunya jadi kendala yang sangat membuat darting (darah tinggi) kata ibu-ibu sering berceloteh. Tidak terbayangkan begitu ramainya suasana rumah yang mempunyai anak lebih dari 1 dengan tugas dan materi yang berbeda . Mereka harus berebut hp untuk mengerjakan tugasnya, belum ibunya yang pusing dengan ketidak tahuan untuk mengajari anaknya. Pengalaman ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi ibu-ibu rumah tangga yang harus menjadi guru dadakan (bukan tahu bulat ya).
Ibu-ibu yang hebat, itulah susahnya kita mengajar anak-anak , semua butuh kesabaran . kenapa saya hanya menyebut ibu-ibu yang hebat, karena banyak yang mendampingi anak-anak belajar adalah banyaknya para ibu. Entah kenapa anak-anak pun lebih suka dan nyaman didampaingi oleh ibunya.

Guru pun merasakan yang sama seperti bapak/ibu dirumah. Sebagai guru harus memberikan materi kepada siswa-siswi secara daring, memberikan tugas, memberikan penilaian belum lagi mendampingi anak-anak sendiri yang mereka pun belajar daring. Jadi bapak/ibu guru berperan ganda disini.
Pembelajaran secara tatap muka menurut saya memang lebih baik, karena interaksi yang terjadi secara langsung membantu siswa pada saat kesulitan dalam memahami materi bisa lebih jelas yang langsung disampaikan oleh guru-gurunya. Guru pun dapat memberikan penilaian dengan baik dan dapat memahami karakter dari siswa/i yang kita ajar. Tetapi kondisi sekarang ini mengharuskan kita untuk tidak melaksanakan pembelajaran secara tatap muka.

Semua kita ambil hikmahnya, yang tentunya ada juga hal positif dibalik situasi sekarang ini. Kita lebih banyak berkumpul dengan keluarga, yang biasanya sulit dilakukan bagi yang kedua orangtuanya yang bekerja, kita lebih mengenal teknologi digital, mengenal aplikasi pembelajaran dengan metode yang beragam yang lebih menarik, semua banyak dilakukan secara online, dan lebih banyak untuk melakukan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tentunya kita semua terus berdoa kepada Allah agar pandemi ini segera berakhir. Sehingga kehidupan kita bisa kembali normal seperti sedia kala. kami para guru pun sudah kangen ingin mengajar seperti biasanya,. Tetap semangat untuk semuanya, orang tua yang hebat dan bapak/ibu guru yang hebat juga tentunya.

Tunah