Kendala, Solusi, dan Harapan Pembelajaran Daring Selama Masa Pandemi Covid-19

Bandar Lampung, 12 Februari 2021

Adanya Covid-19 yang melanda seluruh masyarakat dunia memang telah berakibat luar biasa, berpengaruh terhadap perilaku kehidupan seluruh lapisan masyarakat. Dunia Pendidikan pun terkena imbasnya, dampak yang luar biasa ini menimbulkan tatanan baru pola kehidupan manusia dalam berbagai bidang. Contohnya pada bidang pendidikan, pembelajaran yang biasanya dilakukan secara langsung (tatap muka), kini harus dilakukan dari rumah School from Home dengan metode daring (dalam jaringan). Hal itu bertujuan untuk mencegah penyebaran virus tersebut, dengan tetap melaksanaan protokol kesehatan, salah satunya tidak berkerumun.

Dengan kondisi seperti ini tentu saja sekolah-sekolah tidak ingin mati gaya, mengingat bahwa pembelajaran harus tetap survive dalam kondisi apapun dan bagaimanapun. Langkah yang paling aman dari risiko menciptakan kluster baru, sekolah menggunakan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar daring. Keterlaksanaan PJJ ini membuat banyak kendala atau hambatan disana-sini. Pun berlanjut pro kontra di masyarakat karena kondisi yang tidak siap.Begitu banyak indikator yang harus dipikirkan, dari kurikulum, waktu belajar, sarana/ prasarana pembelajaran dan lain sebagainya.

Pembelajaran jarak jauh ( PJJ) yang dilakukan secara online guna transformasi ilmu pengetahuan terhadap para pembelajar membuat banyak sekali perubahan, baik dari segi pelaksanaan pembelajaran, metode pembelajaran maupun dari segi penilaian. Hampir di semua Lembaga pendidikan/ sekolah memanfaatkan tekhnologi seperti penggunaan gawai, laptop dan aplikasi pembelajaran yang tersedia dari sekolahnya maupun dari luar untuk pelaksanaan pembelajarannya .Berbagai media online yang digunakan seperti whatsapps group, google classroom, zoom, google meeting, youtube, materi diberikan dalam bentuk powerpoint, video singkat dan bahan bacaan. Namun dalam pelaksanaan pembelajaran pemanfaatan teknologi tersebut bukan berarti tidak ada masalah, banyak kendala-kendala yang dijumpai saat eksekusi pembelajaran.

Kendala yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran daring merupakan kendala-kendala fundamental yang harus dihadapi, diantaranya kendala di bidang jaringan internet (akses internet kurang lancar), tidak memiliki gawai atau laptop sendiri (terkadang harus bergantian dengan anggota keluarganya), keterbatasan fitur aplikasi pembelajaran daring, tidak bisa akses aplikasi belajar online, mahalnya harga kuota serta kendala dalam hal pelayanan pembelajaran. Kendala-kendala iniseharusnyamenjadiperhatiandalammempersiapkan dan melaksanakanpembelajaran daring.

Beberapa solusi yang terlihat dan dilaksanakan saat ini berdasarkan pengamatan keterlaksanaan PJJ atau pembelajaran daring diantaranya pemerintah memberikan subsidi kuota kepada siswa dan guru, di Lembaga sekolahpun mulai menjalin Kerjasama dengan provider yang diyakini handal dalam pelayananakses internet, penyederhanaan kurikum ( adaptasi kurikulum yang lebih fleksibel),kelonggaran waktu belajar dan pengumpulan tugas serta pelaksanaan penilaian hasil pembelajaran tetap dalam koridor yang jelas dan disiplin serta dipertanggungjawabkan.

Ada banyak harapan yang diinginkan oleh kita ditengah badai covid 19 ini, tentu saja semuanya menginginkan pandemi covid 19 ini segera berakhir dan kembali ke kehidupan normal, berharap semuanya akan baik-baik saja. Beberapa harapan khusus yang mungkin diinginkan guru berkaitan dengan pembelajaran daring setelah kondisi kembali normal, selain pembelajaran tatap muka langsung maka pembelajaran daring tetap bisa dilaksanakan untuk melatih keterampilan guru dan siswa pada era digital ini,menggabungkan model pembelajaran daring dengan luring sebagai alternatif pembelajaran masa depan, agar kualitas pendidikan tidak merosot. Karena pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi sebuah bangsa.

By. Rosida, S. Pd., M. Pd.