Bersyukur agar bahagia

Di masa pandemi sekarang banyak dari kita berkeluh kesah atas apa yg dialami, sebenarnya ada juga hal- hal yang patut kita syukuri dari keadaan ini.
Saya pribadi biasanya setiap pagi selalu saja seperti dikejar – kejar waktu karena harus finger untuk absen dan juga harus mempersiapkan anak-anak untuk berangkat kesekolah, tapi sekarang kita diberi kemudahan untuk absen melalui e-learning.
Sebagai seorang ibu yang ingin melihat tumbuh kembang buah hatinya setiap hari, mungkin akan agak sulit bagi kita selaku ibu pekerja, saya sendiri sengaja memilihkan sekolah yang full day untuk anak-anak karena tidak memiliki waktu yang banyak untuk membersamai mereka, tapi dimasa pandemi ini kita diberi banyak waktu untuk dapat bersama mereka, menemani mereka belajar, bermain dan banyak hal yang dapat kita lakukan bersama. Patutlah kita bersyukur atas itu semua.
Begitu pula halnya terkadang kita ingin selalu memanjakan lidah keluarga kita dengan masakan kita, agak sulit bagi kita yang harus bekerja dari pagi hingga petang, sehingga biasanya kita sudah lelah dan memutuskan untuk membeli dibandingkan memasak, tetapi disaat pandemi ini kita bisa memberikan menu-menu terbaik dan mencoba resep-resep baru setiap harinya. Apakah hal itu tidak patut untuk kita syukuri?
Banyak ilmu yang kita dapat dari masa pandemi ini, kita bisa membuat bahan ajar secara virtual yg bisa digunakan kapan saja dan masih banyak hal-hal lain yang patut kita syukuri.
Dan ingatlah janji Allah kepada hambaNYA yang bersyukur terdapat dalam QS: Ibrahim, ayat7 yang artinya:
Dan ingatlah ketika Tuhan mu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari(nikmatKu) maka pasti azabku sangat pedih.
Jadi untuk itu dari pada kita berkeluh kesah atas apa yang sedang kita alami ada baiknya kita lebih banyak bersyukur agar lelah dan susah kita menjadi bahagia. Dan ingatlah segala sesuatu yang terjadi semua atas izin Allah.
Mulai sekarang kita belajar bersyukur agar bahagia, jangan menunggu bahagia baru bersyukur.
Semoga kita semua termasuk kedalam hambaNya yang senantiasa bersyukur sehingga akan merasakan nikmat yang tiada berhingga, dan semoga kita semua selalu sehat dan terhindar dari virus covid 19, serta semoga dengan banyak bersyukur pandemi ini akan segera berakhir aamiin.
Anita Matlian
Mohonmaafapabilamasihbanyakkesalahanmasihbelajar.

Kendala, Solusi, dan Harapan Pembelajaran Daring Selama Masa Pandemi Covid-19

Bandar Lampung, 12 Februari 2021

Adanya Covid-19 yang melanda seluruh masyarakat dunia memang telah berakibat luar biasa, berpengaruh terhadap perilaku kehidupan seluruh lapisan masyarakat. Dunia Pendidikan pun terkena imbasnya, dampak yang luar biasa ini menimbulkan tatanan baru pola kehidupan manusia dalam berbagai bidang. Contohnya pada bidang pendidikan, pembelajaran yang biasanya dilakukan secara langsung (tatap muka), kini harus dilakukan dari rumah School from Home dengan metode daring (dalam jaringan). Hal itu bertujuan untuk mencegah penyebaran virus tersebut, dengan tetap melaksanaan protokol kesehatan, salah satunya tidak berkerumun.

Dengan kondisi seperti ini tentu saja sekolah-sekolah tidak ingin mati gaya, mengingat bahwa pembelajaran harus tetap survive dalam kondisi apapun dan bagaimanapun. Langkah yang paling aman dari risiko menciptakan kluster baru, sekolah menggunakan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar daring. Keterlaksanaan PJJ ini membuat banyak kendala atau hambatan disana-sini. Pun berlanjut pro kontra di masyarakat karena kondisi yang tidak siap.Begitu banyak indikator yang harus dipikirkan, dari kurikulum, waktu belajar, sarana/ prasarana pembelajaran dan lain sebagainya.

Pembelajaran jarak jauh ( PJJ) yang dilakukan secara online guna transformasi ilmu pengetahuan terhadap para pembelajar membuat banyak sekali perubahan, baik dari segi pelaksanaan pembelajaran, metode pembelajaran maupun dari segi penilaian. Hampir di semua Lembaga pendidikan/ sekolah memanfaatkan tekhnologi seperti penggunaan gawai, laptop dan aplikasi pembelajaran yang tersedia dari sekolahnya maupun dari luar untuk pelaksanaan pembelajarannya .Berbagai media online yang digunakan seperti whatsapps group, google classroom, zoom, google meeting, youtube, materi diberikan dalam bentuk powerpoint, video singkat dan bahan bacaan. Namun dalam pelaksanaan pembelajaran pemanfaatan teknologi tersebut bukan berarti tidak ada masalah, banyak kendala-kendala yang dijumpai saat eksekusi pembelajaran.

Kendala yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran daring merupakan kendala-kendala fundamental yang harus dihadapi, diantaranya kendala di bidang jaringan internet (akses internet kurang lancar), tidak memiliki gawai atau laptop sendiri (terkadang harus bergantian dengan anggota keluarganya), keterbatasan fitur aplikasi pembelajaran daring, tidak bisa akses aplikasi belajar online, mahalnya harga kuota serta kendala dalam hal pelayanan pembelajaran. Kendala-kendala iniseharusnyamenjadiperhatiandalammempersiapkan dan melaksanakanpembelajaran daring.

Beberapa solusi yang terlihat dan dilaksanakan saat ini berdasarkan pengamatan keterlaksanaan PJJ atau pembelajaran daring diantaranya pemerintah memberikan subsidi kuota kepada siswa dan guru, di Lembaga sekolahpun mulai menjalin Kerjasama dengan provider yang diyakini handal dalam pelayananakses internet, penyederhanaan kurikum ( adaptasi kurikulum yang lebih fleksibel),kelonggaran waktu belajar dan pengumpulan tugas serta pelaksanaan penilaian hasil pembelajaran tetap dalam koridor yang jelas dan disiplin serta dipertanggungjawabkan.

Ada banyak harapan yang diinginkan oleh kita ditengah badai covid 19 ini, tentu saja semuanya menginginkan pandemi covid 19 ini segera berakhir dan kembali ke kehidupan normal, berharap semuanya akan baik-baik saja. Beberapa harapan khusus yang mungkin diinginkan guru berkaitan dengan pembelajaran daring setelah kondisi kembali normal, selain pembelajaran tatap muka langsung maka pembelajaran daring tetap bisa dilaksanakan untuk melatih keterampilan guru dan siswa pada era digital ini,menggabungkan model pembelajaran daring dengan luring sebagai alternatif pembelajaran masa depan, agar kualitas pendidikan tidak merosot. Karena pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi sebuah bangsa.

By. Rosida, S. Pd., M. Pd.

SUKA DUKA PEMBELAJARAN DARING

Untuk mencegah penularan Coronavirus Disease (Covid -19) , MTsN 1 Bandar Lampung melakukan pembelajaran secara daring (online) atau luring dengan sebutan belajar dirumah, sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk pembelajaran yang dilakukan dirumah.
Bagi saya sebagai guru di MTsN 1 Bandar Lampung dan sekaligus sebagai orang tua ini adalah pengalaman yang baru yang sudah kita jalani 1 tahun ini. Bapak/ ibu guru di MTsN 1 Bandar Lampung membuat berbagai strategi pembelajaran dalam menunjang pembelajaran daring ini. Motivasi selalu diberikan oleh Kepala Madrasah MTsn 1 Bandar Lampung H. Lukman Hakim, S.Pd. MM, kepada bapak/ibu guru untuk terus semangat dan berinovasi ditengah situasi saat ini.

Dalam pembelajaran online ini tentunya ada saja kendalanya, seperti orang tua yang mengeluh repot belajar drumah, belum setelah selesai tugas harus di Foto dikirim ke gurunya pada batas waktu tertentu, alasan lagi terbentur dengan Tidak punya HP, tidak ada kouta, susah sinyal dan lain-lain. Tentu ini adalah permasalahan yang kita temui.
Masih beruntung jika anak hanya satu saja, tetapi kalau sudah lebih dari satu ada yang 3 bahkan lebih, maka itu tentunya jadi kendala yang sangat membuat darting (darah tinggi) kata ibu-ibu sering berceloteh. Tidak terbayangkan begitu ramainya suasana rumah yang mempunyai anak lebih dari 1 dengan tugas dan materi yang berbeda . Mereka harus berebut hp untuk mengerjakan tugasnya, belum ibunya yang pusing dengan ketidak tahuan untuk mengajari anaknya. Pengalaman ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi ibu-ibu rumah tangga yang harus menjadi guru dadakan (bukan tahu bulat ya).
Ibu-ibu yang hebat, itulah susahnya kita mengajar anak-anak , semua butuh kesabaran . kenapa saya hanya menyebut ibu-ibu yang hebat, karena banyak yang mendampingi anak-anak belajar adalah banyaknya para ibu. Entah kenapa anak-anak pun lebih suka dan nyaman didampaingi oleh ibunya.

Guru pun merasakan yang sama seperti bapak/ibu dirumah. Sebagai guru harus memberikan materi kepada siswa-siswi secara daring, memberikan tugas, memberikan penilaian belum lagi mendampingi anak-anak sendiri yang mereka pun belajar daring. Jadi bapak/ibu guru berperan ganda disini.
Pembelajaran secara tatap muka menurut saya memang lebih baik, karena interaksi yang terjadi secara langsung membantu siswa pada saat kesulitan dalam memahami materi bisa lebih jelas yang langsung disampaikan oleh guru-gurunya. Guru pun dapat memberikan penilaian dengan baik dan dapat memahami karakter dari siswa/i yang kita ajar. Tetapi kondisi sekarang ini mengharuskan kita untuk tidak melaksanakan pembelajaran secara tatap muka.

Semua kita ambil hikmahnya, yang tentunya ada juga hal positif dibalik situasi sekarang ini. Kita lebih banyak berkumpul dengan keluarga, yang biasanya sulit dilakukan bagi yang kedua orangtuanya yang bekerja, kita lebih mengenal teknologi digital, mengenal aplikasi pembelajaran dengan metode yang beragam yang lebih menarik, semua banyak dilakukan secara online, dan lebih banyak untuk melakukan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tentunya kita semua terus berdoa kepada Allah agar pandemi ini segera berakhir. Sehingga kehidupan kita bisa kembali normal seperti sedia kala. kami para guru pun sudah kangen ingin mengajar seperti biasanya,. Tetap semangat untuk semuanya, orang tua yang hebat dan bapak/ibu guru yang hebat juga tentunya.

Tunah

MAMPU IMPLEMENTASIKAN NILAI-NILAI KEBAIKAN

bagi seseorang pembelajar sejati bagi diri sendiri bukan hal yg sulit tapi bagi beberapa orang lain itu bisa menjadi hal yg sulit , menjadi diri sendiri bukan sekedar konsep kalau di pelajari bisa membutuhkan suatu komitmen dan tanggung jawab yg besar untuk mengaplikasikan nya .

menjadi guru bagi diri sendiri itu suatu kata yg bijak kata yg mengungkapkan bahwa sebelum menjadi guru bagi orang lain jadilah guru bagi diri sendiri ungkapan yg sederhana tapi bermakna sebagai cerminan diri menjadi guru yg baik bagi diri sendiri maupun orang lain adalah ketika kita mampu meneladani kebaikan yg dilakukan dalam sikap , perbuatan , perkataan , dan hati kita sepenuhnya jika kita mampu mengimplementasikan nilai nilai kebaikan , menjaga nya baik dalam sikap , lisan , dan hati serta mampu mengajak sekeliling kita untuk ikut pula menjaga kebaikan itu.

Kuncinya , pahami terlebih dahulu siapa sebenarnya sosok diri kita ini? seperti apa kekurangan dan kelebihan diri kita sendiri? mengenal diri sendiri , berarti mengetahui dulu apa yg ada pada diri kita .

Munkhalidah,S.Pd

BK MTS N 1