Workshop Kurikulum Berbasis Cinta KKM MTs Kota Bandar Lampung Tekankan Transformasi Budaya Belajar

berita Utama
26 January 2026
2 Kali Dibaca
Workshop Kurikulum Berbasis Cinta KKM MTs Kota Bandar Lampung Tekankan Transformasi Budaya Belajar
Bandar Lampung 26 Januari 2026,(Humas)— Upaya penguatan arah pendidikan madrasah kembali ditegaskan melalui Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang diikuti guru, kepala madrasah, dan pengawas MTs se-Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kota Bandar Lampung. Kegiatan yang digelar pada 26 dan akan berlanjut 31 Januari 2026 ini berlangsung di Aula Soeltan Luxury Hotel, Bandar Lampung.

Workshop dibuka secara resmi dengan kehadiran jajaran pimpinan Kementerian Agama, mulai dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Lampung Bapak Zulkarnain dan Bapak H. Makmur selaku Kepala Kankemenag Kota Bandar Lampung, yang menegaskan dukungan penuh terhadap implementasi kurikulum baru tersebut di lingkungan madrasah tsanawiyah.

Kehadiran unsur Kanwil, pengawas madrasah, Tim GTK, Pokjawas, Loka diklat keagamaan serta Tim Kurikulum Kanwil Provinsi Lampung menandai bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari langkah strategis transformasi pendidikan madrasah. Suasana pembukaan berlangsung formal namun hangat, mencerminkan semangat kebersamaan antarpemangku kepentingan pendidikan.

Memasuki sesi materi, narasumber dari Loka Diklat Keagamaan Kota Bandar Lampung memaparkan konsep dan arah implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Dari podium utama, pemateri mengajak peserta memahami pendekatan pembelajaran yang menempatkan nilai cinta, empati, dan kemanusiaan sebagai fondasi proses belajar mengajar di madrasah.

Materi disampaikan secara aplikatif, menekankan bagaimana guru dapat mengenali karakter peserta didik, membangun relasi belajar yang sehat, serta mengintegrasikan nilai spiritual dan moral ke dalam pembelajaran tanpa mengabaikan tuntutan kurikulum dan perkembangan zaman.

Workshop ini dirancang sebagai ruang belajar bersama. Peserta tidak hanya menerima paparan, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi, tanya jawab, dan berbagi pengalaman lapangan. Beberapa peserta memanfaatkan forum ini untuk menyampaikan tantangan nyata yang mereka hadapi di kelas, sekaligus mencari solusi yang relevan dan kontekstual.

Kurikulum Berbasis Cinta sendiri merupakan pendekatan yang relatif baru dan tengah didorong penerapannya di madrasah. Melalui forum KKM MTs, pendekatan ini diharapkan tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar menjadi budaya belajar yang diterapkan secara kolektif di berbagai madrasah.

Workshop ini juga melanjutkan rangkaian penguatan kurikulum serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah madrasah, termasuk di MIN 5 Bandar Lampung pada Oktober 2025. Pada kegiatan-kegiatan tersebut, nilai kasih sayang dan pemanfaatan teknologi ditegaskan sebagai dua elemen penting dalam membangun pembelajaran yang bermakna.

Dengan adanya jadwal lanjutan pada 31 Januari 2026, kegiatan ini menegaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta bukan agenda sesaat. Ia dirancang sebagai proses berkelanjutan yang membutuhkan komitmen, kolaborasi, dan kesiapan seluruh unsur madrasah di Kota Bandar Lampung untuk bergerak bersama menuju perubahan nyata dalam dunia pendidikan.

Bagikan artikel ini: